Malam nya saya baru tahu ternyata yang berkunjung ke kios saya adalah KH. Agus Abdul Hamid Syaiful Barnawi. atau yang lebih di kenal oleh masyarakat ngawi dengan sebutan Mbah Hamid dan merupakan keturunan dari Raden Brawijaya V, yang juga dijuluki Sunan Lawu atau juga mendapat julukan Kerta Bumi. Raden Brawijaya V pernah berkuasa di Kerajaan Majapahit dan merupakan raja terakhir sebelum kerajaan itu ditaklukkan oleh Kerajaan Demak. Makam Sunan Lawu berada di Gunung Lawu, dekat Pesantren Condro.
akhirnya saya beserta istri berniat berkunjung ke Pondok Pesantren tersebut. karena letaknya bersebrangan dengan pak Suprapto yang pernah pesen gordyn juga dan pernah saya posting disini http://nazmagordyn-ngawi.blogspot.com/2011/05/giri-mulyo-jogorogo-kabupaten-ngawi.html
dari rumah sekitar jam setengah delapan pagi, dan sampai di pesantren tersebut sekitar pukul sembilan. alhamdulillah sempat sarapan Nasi pecel dan goreng ikan kali kesukaan aghni dulu di jogorogo. hehe...
sampai disana saya dan istri sangat terkejut, jauh dari perkiraan saya betapa tidak Secara umum, pondok pesantren lebih dikenal sebagai institusi pendidikan untuk mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. pakaian yang serba sarung dan kopiah. Namun, pesantren yang satu ini mungkin salah satu pesantren yang tidak umum, khariqul ’adah. Pesantren ini hampir sama dengan Rumah Sakit Jiwa yang khusus melayani para pasien yang mengalami stres, gangguan jiwa, dll. saya sempat bertanya kepada Mbah Hamid apa penyebab mereka stress Mbah hamid bilang selain dari pengaruh narkoba ada juga yang karena putus cinta dan di tinggal suaminya begitu saja, lalu mereka pun stress dan sama keluarganya di rehabilitasi dipesantren tersebut.
setelah obrolan dan pengukuran buat gordyn selesai kami pun pamit pulang. karena waktu sudah menunjukan jam 11 siang dan saya pun harus siap-siap untuk jum'atan.
insya Alloh gordynnya jadi sekitar seminggu dari pengukuran..
Terimakasih kepada Mbah Hamid pimpinan Pondok Pesantren CONDRO MOWO yang telah mempercayakan interior rumahnya kepada kami NAZMA GORDYN NGAWI.




















Adalah serangkaian kain warna-warni berbagai corak yang di pola, di jahit, di plisket dan dipasang sedemikian rupa di sebuah jendela atau pintu sehingga menjadi sebuah karya seni yang membuat ruangan anda indah nampak lebih anggun.
Di Indonesia ternyata sekitar 92,5% pemilik rumah memakai gordyn sebagai accesoris dan juga untuk menutupi jendela tentunya.

Wallpapper atau bahasa Indonesianya “kertas tembok” adalah satu accesoris interior yang kami tawarkan, dengan memakai wallpapper ini, ruangan anda akan tampak lebih elegant, bercahaya dan tampak lebih santai. Dengan memakai wallpapper juga berarti anda lebih menghemat , karena selain awet, wallpapper juga bisa di cuci dan di lap layaknya karpet. 





Tidak jauh berbeda dengan horizontal Blind, namun yang membedakannya adalah bahan baku. Sesuai dengan namanya krey jenis ini terbuat dari kayu jati kualitas super. Di produksi dengan menggunakan mesin canggih sehingga sangat awet, cat dengan kualitas brand. Di jamin puas.
Adalah lapisan gordyn yang terbuat dari kain transparan, manfaat dari menggunakan fitrage ini adalah selain memperindah gordyn anda, juga ketika kain tirai gordyn di buka cahaya dari luar tidak langsung masuk ke dalam ruangan, dengan kata lain ruangan anda tidak terlihat dari luar rumah.




