Berkunjung ke pesantren CONDRO MOWO

Hari Kamis 6 Oktober 2011 Menjelang Adzan Maghrib, ada mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan kios, lalu keluarlah dari mobil tersebut dua orang yang memang tidak saya kenal. satu orang muda agak sedikit gemuk.. dan satu lagi usianya sekitar 50 an.. karena memang tidak tahu dan tidak kenal, kita hanya berbicara tentang gordyn saja yang hendak di pesan oleh mereka..

Malam nya saya baru tahu ternyata yang berkunjung ke kios saya adalah KH. Agus Abdul Hamid Syaiful Barnawi. atau yang lebih di kenal oleh masyarakat ngawi dengan sebutan Mbah Hamid dan merupakan keturunan dari Raden Brawijaya V, yang juga dijuluki Sunan Lawu atau juga mendapat julukan Kerta Bumi. Raden Brawijaya V pernah berkuasa di Kerajaan Majapahit dan merupakan raja terakhir sebelum kerajaan itu ditaklukkan oleh Kerajaan Demak. Makam Sunan Lawu berada di Gunung Lawu, dekat Pesantren Condro.


akhirnya saya beserta istri berniat berkunjung ke Pondok Pesantren tersebut. karena letaknya bersebrangan dengan pak Suprapto yang pernah pesen gordyn juga dan pernah saya posting disini http://nazmagordyn-ngawi.blogspot.com/2011/05/giri-mulyo-jogorogo-kabupaten-ngawi.html

dari rumah sekitar jam setengah delapan pagi, dan sampai di pesantren tersebut sekitar pukul sembilan. alhamdulillah sempat sarapan Nasi pecel dan goreng ikan kali kesukaan aghni dulu di jogorogo. hehe...

sampai disana saya dan istri sangat terkejut, jauh dari perkiraan saya betapa tidak Secara umum, pondok pesantren lebih dikenal sebagai institusi pendidikan untuk mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. pakaian yang serba sarung dan kopiah. Namun, pesantren yang satu ini mungkin salah satu pesantren yang tidak umum, khariqul ’adah. Pesantren ini hampir sama dengan Rumah Sakit Jiwa yang khusus melayani para pasien yang mengalami stres, gangguan jiwa, dll. saya sempat bertanya kepada Mbah Hamid apa penyebab mereka stress Mbah hamid bilang selain dari pengaruh narkoba ada juga yang karena putus cinta dan di tinggal suaminya begitu saja, lalu mereka pun stress dan sama keluarganya di rehabilitasi dipesantren tersebut.

setelah obrolan dan pengukuran buat gordyn selesai kami pun pamit pulang. karena waktu sudah menunjukan jam 11 siang dan saya pun harus siap-siap untuk jum'atan.

insya Alloh gordynnya jadi sekitar seminggu dari pengukuran..

Terimakasih kepada Mbah Hamid pimpinan Pondok Pesantren CONDRO MOWO yang telah mempercayakan interior rumahnya kepada kami NAZMA GORDYN NGAWI.
ReadmoreBerkunjung ke pesantren CONDRO MOWO

Gordyn Mbak Desi (katikan. Kedunggalar)


terimakasih kepada adinda desi yang telah mempercayakan keindahan rumahnya kepada kami.. semoga adinda selalu di berikan kesehatan dan barokah dari Alloh SWT. Aminn

teriring doa juga kepada ibunda adinda desi yang berada di luar negeri sana semoga di berikan kesehatan dan kebahagiaan selalu .. aminn
ReadmoreGordyn Mbak Desi (katikan. Kedunggalar)

Selamat Tinggal Bintang ku


Innalillahi wainna ilaihi roji'un.
9 September 2011.. saat terakhir kau hembuskan nafas terakhirmu..
NAZMA WAFA AL-MUTHOHAROH adindaku tercinta.. setelah kurang lebih 2 bulan terdiagnosa penyakit leukemia (kanker darah) dan menjalani kemhotherapi sebanyak 4 kali, rupanya Alloh SWT sangat sayang kepadamu nak...

selamat jalan sayang..
tidak ada lagi rengekan minta di beliin semangka sama telur puyuh ..
tidak ada lagi tawa ceria dari mulut mungil mu nak...
tidak akan ada lagi yang manggil paman mu ini dengan sebutan mang kaka

selamat jalan sayang
ReadmoreSelamat Tinggal Bintang ku

Giri Mulyo Jogorogo kabupaten Ngawi

alhamadulillah puji syukur pada-Mu ya Alloh barusan sampai ke kontrakan langsung turun Hujan sangat deras..
Ceritanya tadi habis pasang gordyn di rumahnya pak suprapto alamatnya ada di girimulyo, kecamatan jogorogo, kabupaten Ngawi. perjalanan di tempuh sekitar satu jam dari kota ngawi dengan menggunakan sepeda motor.
dengan jalan medan yang sangat menajak sekali. membuat perjalanan menjadi sedikit seru.
ReadmoreGiri Mulyo Jogorogo kabupaten Ngawi